Tuesday, May 09, 2006

Danau Terbakar (1)

Puisi Arie MP Tamba


Danau terbakar matahari ibu dan ayah.
Lumut dan ikan-ikan dihanguskan kelembutan cahaya.

Dunia tercipta kembali sebagai ratapan anak.

Sebelum unggas batu-batu dan keheningan kau kirimkan.
Menggeliat kegelapan terus menghukum.

Setelah keriuhan kota-kota kaca kau ledakkan.
Menggema isyarat-isyarat setiap kali mengingkarimu.

Danau tersibak dayung kembali seperti dilupakan waktu.

Orang-orang menemukan rumah dibanjiri kenangan.

Dan langit membubung menistakan mimpi-mimpi itu.

Berdentam kesunyian seperti pintu kamar ditutupkan.
Tak ada siapa kecuali laba-laba membangun sarang.
Siang hari dingin menghempas sampai ke rahang.

Tapi danau terbakar sepanjang penguburan itu.
Ibu dan ayah terbenam dalam kelembapan bunga-bunga.

Si anak berkelakar dan menangis seperti debur ombak.

Menggapai masa lalu di antara butir-butir pasir licin.

Tak ada yang tergenggam ketika gelombang menerjang.
Cuma dataran meluas seperti wajahnya yang terkekang


(94)

0 Comments:

Post a Comment

<< Home