Tuesday, May 09, 2006

Taman Terapung

Puisi Arie MP Tamba


Ada taman terapung menggenang usai hujan.
Melayarkan awan melintasi masa kanak
layang-layang mimpi-mimpi sekolah lanjutan.

Di sekitar kota-kota menjulang basah dibasuh perih di antara jemarimu patah.
Pecut angin memantul kelu gumam orang-orang digotong duka ke pembaringan.

Keheningan menyekap badai demi badai di sempit keningmu.
Hingga kau digumpalkan kekalahan dalam samadi tak terperikan di taman.

Ketika terik penghabisan mengikis lumut pengetahuan
dari setiap batu terapung di benakmu.
Lalu kota-kota diterpa gelisah matamu
sebagai unggas-unggas putih bangkit berdesak mengertap sayap di selokan.

Seperti rona pucat menyemburat di sebuah sketsa keremajaan
bertabur bunga merah darah.

Guntingmu mengiriskan lengkung luka pertama
berupa bimbang di sebilah kelopak jingga.

Bersama seseorang entah di mana
menginjak taman terapung membunuh awan dan segugus kenangan.

Di tepi taman rimbun teronggok kaleng-kaleng sampah kota.
Di dalamnya menggenang taman terapung
bersama endapan berkarat kefanaan
menyumbat corong nafasmu.

(98)

0 Comments:

Post a Comment

<< Home