Wednesday, June 21, 2006

Danau Terbakar (2)

Danau membentang tak mempercayai keluasan kata-kata.

Ia meremuknya dalam lentur dan terang kedalaman.

Ketika api menyala di antara nyanyian dan khotbah.

Lonceng gereja berdentang dari hulu sungai tuba.

Arus-arus terdalam dan akar bukit saling mengasah ingin.

Orang-orang berlomba mendirikan altar di lantai danau.

Persembahan suci untuk kelahiran kembali.

Bersama ayah dan ibu bangkit dari bunga-bunga.

Tapi si anak terjaga seperti perahu lama ditambatkan.

Ke mana ia mengusung keraguan membebani anjungan.

Dari mana ia mencari orang-orang tertinggal di buritan.

Sementara tubuh danau terbakar perlahan di sela-sela suara.

Ketika rahasia-rahasia menjelma riak-riak cahaya.

Dan orang-orang mengukur bahagia di lubuk air mata.

(94)

0 Comments:

Post a Comment

<< Home