Wednesday, September 27, 2006

Dua Istilah Kunci Citizen Kane



  1. Rosebud

Inilah adalah istilah yang diucapkan Charles Foster Kane dalam dua adegan penting Citizen Kane. Pertama, ketika terjadi pertengkaran dengan istri keduanya, Susan. Susan mengambil keputusan meninggalkan Kane yang menurutnya hanya memberikan kemewahan namun bukan cinta, seperti pernah dibayangkannya. Kane lebih sibuk mengurusi bisnis koran dan meninggalkan Susan dalam kungkungan kemewahan istana mereka yang bernama Xanadu.

Dan kedua, Rosebud diucapkan ketika Kane meninggal di ranjang dan melepaskan bola kaca berisi salju. Dalam penelusuran latar belakang dan makna ucapan inilah Citizen Kane ditampilkan sebagai film yang menarik kepada penonton. Hingga pada adegan terakhir kamera menyorot koleksi barang-barang rongsokan Kane di pembakaran, terlihat tulisan Rosebud di bawah kereta salju Kane yang ikut dibakar.

Rosebud adalah nama kereta salju kesayangan Kane yang tetap dibawanya dari masa kanak-kanak. Pengucapan istilah tersebut dalam dua adegan kehilangan itu (kehilangan istri kedua dan saat kematiannya sendiri), menandakan bahwa Kane tak pernah mampu melepaskan diri dari rasa sakit masa kanak-kanaknya, ketika ia dipisahkan dari ibunya dan harus meninggalkan kereta saljunya. Meski kereta salju itu kemudian menjadi salah satu koleksinya, namun momen kehilangan kenikmatan permainan dan masa kanak yang mengesankan ternyata tak bisa disembuhkan waktu dan kemewahan hidup. Maka, setiap kali Kane kehilangan besar, ia seperti kehilangan Rosebud.

  1. Xanadu

Xanadu adalah nama istana Kubilai Khan yang Agung, Raja Mongol penakluk Asia dan beberapa negara Eropa seperti digambarkan penyair Samuel Taylor Coleridge melalui puisinya Kubla Khan (1816).

Xanadu digambarkan sebagai istana megah berdinding emas bertangga permata berlantai jamrud berkubah cahaya. Dalam film Citizen Kane pemilihan nama Xanadu sebagai istana megah yang dihuni Kane menunjukkan hubungan interteks antara film Citizen Kane karya Orson Welles dengan puisi Kublai Khan karya Coleridge.

Bisa ditafsirkan, dengan memanfaatkan muatan makna dari Xanadu, Orson Welles ingin menegaskan ambisi kekuasaan dan kemewahan yang menjadi impian Kane. Meskipun kemudian selalu diingatkan, bahwa Kane adalah seorang pribadi yang menghilangkan apa saja yang diperolehnya dengan susah-payah, atau menyiapa-nyiakan apa yang pernah dimilikinya.

Arie MP Tamba

Dipublikasikan di Jurnal Nasional, 5 Agustus 2006

0 Comments:

Post a Comment

<< Home