Wednesday, September 27, 2006

Melawan Tirani Rumah Sakit

One Flew over Cuckoo’s Nest menunjukkan secara gamblang, bahwa pengobatan bagi orang gila seringkali sudah menjadi pengekangan bahkan penganiayaan mental.


Melawan ketidakdilan sudah menjadi salah satu tema seksi bagi dunia perfilman Hollywood pada tahun 1970-an, begitu pun tema-tema yang mengedepankan kehidupan anak muda. Dengan pola penyajian bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian, bermacam kisah kemudian dikenal dan beberapa di antaranya tetap dikenang sampai kini. Satu di antaranya: One Flew over Cuckoo’s Nest (OFoCN) yang disutradarai oleh Milos Forman dan didukung banyak pemain yang kelak dikenal hebat seperti Jack Nicholson, Louise Fletcher, Brad Dourif, Danny DeVito, Christopher Lloyd, dll. Film tidak mengangkat tema anak muda, namun tetap mempersoalkan ketidakadilan, bahkan dengan bahan sorotan yang menarik sekali: rumah sakit gila.

OFoCN dimulai dengan masuknya Randle P. McMurphy (Jack Nicholson) ke sebuah rumah sakit jiwa di pinggiran kota yang dikelola Suster Ratched (Louise Fletcher). McMurphy adalah seorang tahanan yang ingin menghindari hukuman wajib kerja di pertanian dengan berpura-pura gila. Pihak penjara pun mengirimkan McMurphy ke rumah sakit gila. Sebuah tempat yang bagi McMurphy adalah tempat persembunyian menyenangkan, menunggu masa hukumannya nanti selesai dan ia dapat keluar dengan bebas.

Yang tidak diketahui McMurphy adalah, ia ternyata dikirimkan ke sebuah rumah sakit gila yang mempunyai putaran kehidupan sendiri, dengan penguasa tunggal, Suster Ratched, yang telah mendapatkan predikat sebagai pengelola terbaik dari para dokter jiwa. Suster Ratched mengelola rumah sakit dengan menanamkan disiplin sebagai salah satu cara penyembuhan. Para pasien diajarkan mengikuti aturan secara ketat, seperti dilarang menonton televisi namun wajib mengikuti dialog terapi yang langsung dipimpin Ratched. Hal ini tidak menyenangkan McMurphy yang terbiasa menonton televisi dan mengikuti acara olahraga. Lalu pada hari pertama mengikuti dialog terapi, McMurphy juga melihat bagaimana Suster Ratched menyosokkan diri sebagai tiran kata-kata yang harus didengarkan ucapannya. Ratched beranggapan, bahwa metodenya menjadikan rumah sakit jauh dari hiruk-pikuk dunia luar, dan “menekan” jiwa si pasien adalah jalan terbaik mencapai kesembuhan.

Ratched bersikukuh dengan pendapatnya, bahwa seorang pasien bernama Harding (William Redfield) harus mengoreksi diri telah mengecewakan istrinya, meskipun Harding menegaskan bahwa ia-lah yang dikhianati istrinya hingga tertekan dan tak bisa lagi membedakan mana nilai yang harus dipertahankannya secara pribadi dan mana nilai kolektif. Atau, Ratched tak segan-segan mempermalukan pasien lainnya, Billy Bibbit (Brad Dourif), yang mencoba menunjukkan pengetahuannya tentang perempuan dan cinta, sementara menurut Ratched yang berteman dengan ibu Billy, bahwa Billy sebenarnya seorang pemuda pemalu yang cenderung kasar dan tak sungkan menganiaya teman gadisnya.

Bagi McMurphy yang digambarkan sebagai pribadi cerdas dan ugal-ugalan, kenyataan seperti ini sungguh menyakitkan. Rasa kemanusiaannya terketuk dan ia ingin melawan. Maka bila semula ia hanya ingin menghindari wajib kerja di penjara, dengan berpura-pura gila; kini niatnya adalah memperjuangkan keadilan bagi penghuni rumah sakit gila itu. McMurphy mulai mempengaruhi teman-teman gilanya, dengan mengatakan bahwa kehidupan yang sebenarnya tidak cukup dengan hanya mengikuti rutinitas di rumah sakit itu, yang semata-mata hanya memenuhi selera dan pengetahuan para suster maupun pengawas rumah sakit.

Memerlukan kehidupan normal

MacMurphy langsung menunjukkan dengan tindakan, bahwa orang gila dapat menikmati kehidupan secara normal, dinamis, dan bervariasi. Seperti menonton acara olahraga imajinatif di televisi (karena menonton televisi tetap dilarang!). Untuk pertama kalinya Ratched menyadari bahwa McMurphy dapat menjadi ancaman bagi metode penyembuhan yang sudah lama dipraktekkannya. Namun ia masih memberi toleransi. McMurphy meneruskan pengaruhnya. Ia mengajarkan permainan judi dengan bertaruh secara sungguhan. Dan yang paling mengehebohkan, ia menyabotase bus rumah sakit dengan membawa teman-teman gilanya pergi memancing ikan ke laut lepas, dan memperkenalkan teman-teman gilanya itu sebagai rombongan para dokter gila ke penjaga kapal yang mereka bawa kabur. MacMurphy juga mengajak pacarnya ikut serta ke laut.

Perbuatan membawa jalan-jalan para pasien ke laut lepas ini membuat McMurphy menjadi bahasan dalam pertemuan para pengawas rumah sakit, yang terdiri dari para pakar kejiwaan. Kesimpulannya: McMurphy bukan orang gila, melainkan orang yang berbahaya bagi lingkungan. Maka, McMurphy pun diproyeksikan hanya akan tinggal di rumah sakit gila itu untuk satu bulan berikutnya, sebelum nantinya dikembalikan ke penjara. Mengetahui kenyataan ini dari seorang pekerja rumah sakit, McMurphy pun merencanakan pelarian. Ia akan kabur dari rumah sakit itu sebelum masa hukumannya selesai. Ia mengajak Chief Bromden (Will Sampson) ikut bersamanya. Will Sampson begitu bagus memainkan Chief Bromden yang sejak awal tampil sebagai si bisu-tuli. Dengan dukungan penyutradaraan ketat, menjadi mengejutkan bagi penonton ketika Chief Bromden menunjukkan bahwa ia ternyata bisa bicara dan mengikuti setiap perkembangan di rumah sakit jiwa itu.

Sebelum pelarian keduanya, McMurphy menyiapkan sebuah pesta perpisahan dengan memasukkan pacarnya yang membawa seorang gadis lain dan juga berbotol-botol minuman keras ke rumah sakit. Mabuk dan pesta. Itulah yang terpampang di layar, menggantikan rutinitas keseharian yang membosankan yang telah dibangun para pengelola rumah sakit untuk para orang gila. Kini para orang gila yang biasanya hanya mengantri mendapatkan pil-pil obat dari para suster, kali ini dengan berbagai ekspresi gembira mengantri untuk mendapatkan teguk demi teguk minuman beralkohol. Mereka tertawa, menari, bernyanyi, dan berperilaku semaunya.

Dan puncak hadiah malam itu, Billy mendapatkan kesempatan berduaan dengan pacar McMurphy. McMurphy tidak keberatan namun kelihatan sekali sudah ikut mabuk. Semuanya memang mabuk, kecuali Chief Bromden. Tapi semuanya ketiduran dan terbangun esoknya ketika matahari sudah meninggi, termasuk Chief Bromden. Ratched dan para pertugas keamanan memergoki dan marah-marah. Berbagai perintah tegas diteriakkan Ratched, agar para petugas keamanan mengunci semua pintu dan mencari apakah ada yang kabur dari rumah sakit. Billy tidak terlihat dan segera dicari. Billy kemudian ditemukan masih tidur berduaan dengan pacar McMurphy.

Hal ini benar-benar membuat Suster Ratched marah besar. Sebagai hukuman bagi Billy yang dianggap berbuat amoral di rumah sakit, Ratched memutuskan Billy mendapatkan perawatan lebih keras dan intensif dari seorang dokter jiwa. Billy juga ditakut-takuti akan diberitahukan kepada ibunya. Hal ini melukai perasaan Billy yang sudah sempat percaya diri. Billy pun kembali panik dan gagap, menolak hukuman namun tak berani membantah. Lalu ia bunuh diri di kamar dokter yang belum datang. Mengetahui hal ini, McMurphy naik pitam dan berusaha mencekik mati Suster Ratched, sebelum dipukul pingsan oleh petugas keamanan.

Rumah sakit pun kembali ke irama semula, bersama rutinitas dan tegaknya kekuasaan Suster Ratched. Sementara McMurphy telah “digilakan”, lalu dibunuh oleh Chief Bromden yang tidak tega melihatnya. Bromden kemudian kabur dari rumah sakit dengan menjebol dinding kaca, yang diartikan sebagai keberaniannya menempuh hidup bebas di tengah masyarakat luas.

Ada secercah harapan di ujung film yang berakhir buram, dengan kisah kepahlawanan seorang pria yang mencoba melawan sistem yang menekan, lalu mengalami kegagalan. Tapi Milos Forman berhasil membuat perlawanan begitu berharga dan unik, ketika masalah diangkat dari sekitar para tokoh cerita yang berwajah aneh menyosokkan “kegilaan”, merengut, tertawa sendirian, menari-nari sendirian, bengong berkepanjangan, gagap berbicara, selalu tersenyum dan tertawa, dll, yang kelihatannya didapatkan berkat penelitian mendalam atas kehidupan nyata di rumah sakit gila. Untuk film yang mengkaji secara mendalam persoalan kejujuran, kesombongan, imajinasi, kekuasaan, dalam tataran persoalan meluas dan universal, film ini menyabet Academy Awards tahun 1975 untuk kategori Film terbaik (produser Saul Zaentz dan Michael Douglas), Aktor terbaik (Nicholson), Aktris terbaik (Fletcher), Sutradara terbaik (Milos Forman) dan Skenario terbaik (Lawrence Hauben bersama Bo Goldman).

Dipublikasikan di Jurnal Nasional, 26 Agustus 2006

0 Comments:

Post a Comment

<< Home